Beras Produksi Tanjabtim Dominasi Pembelian Bulog
Jambi - Beras produksi petani di Kabupaten Tanjung Jabung Timur mendominasi pembelian beras dilakukan Perum Bulog Jambi, karena masih rendahnya kualitas yang dihasilkan daerah kawasan pantai timur itu.
Kepala Perum Bulog Jambi, Joko Hartoyo di Jambi, mengatakan, pada 2008 Bulog Jambi menargetkan pembelian 6.000 ton beras petani, namun hingga pasca panen pembelian belum mencapai 1.000 ton.
"Hingga Juni 2008, dari 6.000 ton target pembelian, baru terealisasi sekitar 700 ton, dan 80 persen di antaranya berasal dari Kabupaten Tanjung Jabung Timur," katanya.
Sentra pembelian beras petani dilakukan Bulog Jambi terdapat di tiga lokasi meliputi Kota Jambi, Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Kerinci.
Khusus beras produksi Kabupaten Kerinci yang tidak kenal musim tanam dan panen itu, pembelian dilakukan Bulog sangat kecil, karena kualitas berasnya cukup tingggi dan harganya pun bersaing di pasaran, sehingga petani lebih diuntungkan bila menjual ke pasaran.
Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang memiliki luas tanam 136.498 hektar dengan produksi 147.671 ton gabah kering giling (GKG) itu, mutunya rendah karena kadar airnya cukup tinggi atau di atas 35 persen, sehingga kalah bersaing dengan produksi beras dari daerah dan kabupaten lainnya.
Bulog bekerjasama dengan instansi terkait terus berupaya membantu petani setempat untuk meningkatkan kualitas berasnya, terutama dengan memperbanyak lantai jemur dan mesing penggilingan.
Rendahnya mutu beras produksi pantai timur itu karena lemahnya penangan pasca panen, hal itu disebabkan masih minimnya lantai jemur dan mesin penggilingan, yang kini menjadi perhatian serius pemerintah setempat dan Bulog untuk mengatasinya.***
Jumat, 20 Juni 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar